Rabu, 04 Desember 2013

Guru "Digugu lan Ditiru"

Tanggal 25 November 2013 yang lalu menjadi hari besar bagi semua guru di seluruh Indonesia. Masih banyak hal yang harus dibenahi oleh guru dan pemerintah terkait dengan profesi "guru". Guru merupakan sosok pendidik yang memiliki tugas tidak sekedar mengajar tetapi juga mendidik peserta didik.
Pada masa lalu profesi guru merupakan profesi yang sangat dihormati masyarakat. Akan tetapi rasa hormat masyarakat terhadap profesi guru seakan semakin luntur. Guru merupakan profesi yang mulia. Sebagai guru, seseorang harus memiliki etika yang baik, santun dan mematuhi kadidah norma yang berlaku. Guru pada masa lalu benar-benar memegang teguh etika keprofesiaannya. Berbeda dengan saat ini, tidak sedikit guru yang melanggar etika keprofesiannya sehingga mencoreng profesi guru di mata masyarakat.
Tengoklah kejadian memalukan yang dilakukan salah satu oknum guru di DKI Jakarta yang melecehkan muridnya sendiri atau seorang guru di Papua yang merokok dan ringan tangan ketika sedang mengajar. Hari guru nasional menjadi refleksi bagi seluruh guru di Indonesia untuk meninjau kembali apa yang sudah dikerjakan dan berusaha untuk memperbaiki kinerja yang telah dikerjakan. Guru jangan hanya menikmati tunjangan keprofesiannya untuk kekpentingan pribadi, tetapi juga berusaha untuk meningkatkan kinerjanya untuk kepentingan peserta didik. Etika seorang guru harus berusaha dipegang teguh. Guru merupakan suritauladan bagi peserta didik di sekolah, masyarakat, dan di rumah.